Beberapa waktu belakangan ini, kuliner di kota kecil, tempat saya besar,
berkembang dengan sangat pesat. Salah satunya adalah warung Nasi Megono. Semalam, saya berhasil mendokumentasikan beberapa warung nasi megono yang tersebar di sepanjang jalan A.Yani Comal.
Luar biasa….
Kalau yang ini, nasi megono maminya si Santi – nggak tahu Santi tuh siapa, nggak kenal…

"mami santi"
Nah, kalo yang ini, punya tetangga saya, Warung Nasi Megono Mbak Windy…ya ya ya..makan nasi megono lesehan diterpa angin malam sepoi-sepoi….

"Windy's poenya"

'Lesehan Megono'
Nah, kalo yang ini, pemiliknya (mungkin) addicted to hindi movies…:D

"Mogono Mbak Lip"
Yang ini, terkenal dikit porsinya…hehehehe

"Depan Bengkel"
Itu belum seberapa, masih ada lagi penjual nasi megono lainnya yang tidak sempat tertangkap kamera, terutama dedengkotnya nasi megono, Warung Lesehan Megono Bu Santur. Malam tadi beliau nggak jualan. Kalo mau beli nasi disana, trus mau dibawa pulang, harus rela ngantri. Soalnya Ruuaammmwweeee Bhuaaannghheett!!!
Nasi megono adalah nasi dengan megono sebagai toping utamanya. Megono sendiri dibuat dari cacahan nangka muda yang dibumbui dengan kelapa parut, garam, terasi, cabe, jahe, daun salam, dan bumbu2 lainnya. Kemudian dikukus hingga tanak dan diurap. Enak dimakan dengan nasi hangat dan beberapa toping pilihan, tambah enak kalo pakai sambal tomat.
Seperti ini nih bentuknya….(minus sambel, soalnya lupa minta Huehehe)

"nasi megono"
Entah darimana makanan ini berasal, tapi yang pasti di Pekalongan dan Comal, nasi yang satu ini sangat populer. Makan nasi megono nggak cukup hanya satu “pincuk” tapi bisa 2-3, tergantung kekuatan perut.
Dan dilarang makan pakai sendok, karena memang disanalah nikmatnya nasi megono…muluk is d best…
Yang pasti bisnis ini sedang menjamur di Comal beberapa waktu belakangan ini. Membuktikan bahwa selama manusia masih butuh makan, selama itu pula bisnis makanan akan terus berjalan. Cuma masalahnya sekarang, bisnis ini jadi terkesan latah, karena semua orang membuka warungnya sendiri. Ibarat mall, mungkin suatu saat, bisnis ini akan mengalami titik jenuh…:D
Wanna try, visit my hometown…i’ll take you there!
fROM : blognya mas Daniel Hery
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapus